kkn777https://jippm.uho.ac.id/public/site/macau/https://rsp.unri.ac.id/stats/ikanarwana/https://psdkukediri.polinema.ac.id/jte/mthailand/https://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/pages/pulsayuk/akun pro jepangkkn777akun pro kambojaslot deposit pulsahttps://bellezzascontata.com/prediksi hktogel sgphttps://disnakbun.rokanhulukab.go.id/togelsini/macaukece/https://disnakbun.rokanhulukab.go.id/togelsini/macaukece/https://elearningpps.unimed.ac.id/cache/cobahong/slot deposit pulsaslot gacor malam initogel onlineslot777slot thailandhttps://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/lib/pkp/macautogel/

Kapolsek Semarang Selatan Ingatkan Stop Kekerasan Kepada Seluruh Taruna PIP Semarang

Sebagai bagian dari pembinaan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan tidak akan memberikan toleransi terhadap siapapun yang melakukan tindak kekerasan di sekolah kedinasan. Kali ini Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang berkesempatan menghadirkan Kepala Kepolisian Sektor Semarang Selatan dalam ceramah yang dilaksanakan di Auditorium Gedung Serba Guna Balai Mas Pardi, pada Jumat (17/2).

Kapolsek Semarang Selatan Komisaris Polisi (Kompol) Indra Jaya Syafputra, S.H., S.I.K., M.H., didampingi  oleh Direktur PIP Semarang Capt. Dian Wahdiana, M.M., Pembantu Direktur III, Capt. Anugrah Nur Prasetyo, M.Si., dan Kepala Pusat Pembinaan Mental Moral dan Kesamaptaan (Kapus PMMK), Dr. Andy Wahyu Hermanto, M.T., memberikan ceramah di depan para taruna dan taruni calon Semester VII Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Kapolsek mengingatkan kepada seluruh taruna agar tidak melakukan tindak kekerasan dan meminta agar menjadi kakak tingkat yang baik, yang dapat mengayomi adik tingkatnya, serta dapat menjadi teladan, juga contoh dalam berpenampilan, bersikap, dan berperilaku. Dalam isi ceramahnya kapolsek juga menyampaikan salah satu kiat untuk memutus mata rantai kekerasan dalam pendidikan adalah dengan dimulai dari diri masing-masing taruna. “Pada pasal 170 KUHP pasal 2 yang bersalah dapat diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun jika melakukan kekerasan yang mengakibatkan luka, sembilan tahun jika kekerasan mengakibatkan luka berat, dan dua belas tahun jika kekekasan mengakibatkan maut atau hilangnya nyawa seseorang”, tegasnya mengakhiri ceramah. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.



Leave a Reply