https://rsp.unri.ac.id/stats/ikanarwana/https://psdkukediri.polinema.ac.id/jte/mthailand/https://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/pages/pulsayuk/akun pro jepangkkn777akun pro kambojaslot deposit pulsahttps://bellezzascontata.com/prediksi hktogel sgphttps://disnakbun.rokanhulukab.go.id/togelsini/macaukece/https://disnakbun.rokanhulukab.go.id/togelsini/macaukece/https://elearningpps.unimed.ac.id/cache/cobahong/slot deposit pulsaslot gacor malam initogel onlineslot777slot thailandhttps://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/lib/pkp/macautogel/

PIP Semarang Gelar Sosialisasi Sertifikasi Kompetensi LSP

Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang menyelenggarakan Sosialisasi Sertifikasi Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P-1, bagi taruna-taruni semester VII, dengan mengusung tema “Pentingnya Sertifikasi Kompetensi dalam Dunia Industri dan Dunia Kerja”. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Ruang Sidang Besar (RSB) PIP Semarang, pada Selasa, 27 September 2022. LSP merupakan lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi profesi yang telah memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang bertugas melaksanakan uji kompetensi bidang transportasi laut terhadap para peserta didik di PIP Semarang. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada taruna-taruni semester VII mengenai manfaat dan pentingnya sertifikat kompetensi dokumen penunjang dalam dunia kerja.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua LSP P-1 PIP Semarang Dr. Andi Prasetiawan, S.ST., M.M., dua narasumber yaitu, Komisioner Dr. M. Zubair, M.Si., dan Silvia Wahyuni Harahap, S.Sos., M.M., dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta diikuti oleh 107 taruna-taruni PIP Semarang semester VII, Program Studi Tata Laksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan (TALK).

Melansir dari situs www.bnsp.go.id, BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja. Pembentukan BNSP merupakan bagian integral dari pengembangan paradigma baru dalam sistem penyiapan tenaga kerja yang berkualitas. Berbeda dengan paradigma lama yang berjalan selama ini, sistem penyiapan tenaga kerja dalam format paradigma baru terdapat dua prinsip yang menjadi dasarnya, yaitu: pertama, penyiapan tenaga kerja didasarkan atas kebutuhan pengguna (demand driven); dan kedua, proses diklat sebagai wahana penyiapan tenaga kerja dilakukan dengan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi (Competency Based Training/CBT). Pengembangan sistem penyiapan tenaga kerja dengan paradigma baru ini dimulai pada awal tahun 2000 yang ditandai dengan ditandatanganinya Surat Kesepakatan Bersama (SKB), antara Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pendidikan Nasional, dan Ketua Umum Kadin Indonesia.