https://siapadia.riau.go.id/plugins/pulsa-limaribu/bajak scatterhttps://pmb.uts.ac.id/cbt/public/hitam/https://ftk.parahikma.ac.id/robopragma/https://learning.poltekkesjogja.ac.id/lib/pulsaceban/https://fsi.unjani.ac.id/course/scatter/kakekslotakun pro jepangkkn777https://jitel.polban.ac.id/plugins/maria/https://elijo.umpwr.ac.id/course/classes/superhoki/https://rsp.unri.ac.id/stats/demoterus/https://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/styles/menangya/https://elijo.umpwr.ac.id/course/classes/idnslot/https://pmt.unwir.ac.id/dist/demoslot/https://jippm.uho.ac.id/public/site/scatterr/https://digilib.unila.ac.id/style/auto/kkn777casino onlineturbox500

https://maxplay99.cohttps://dewata138.co/https://kepri168.orghttps://ibcslot.co/https://boss69.nethttps://nugget18.comhttps://bos77slot.cohttps://queen4dwin.comhttps://asiasuperbetgacor.comhttps://indobet8slot.comhttps://mghslotgacor.comhttps://cery88gacor.comhttps://hokigaming777slot.com

Latih Kesiagaan Taruna Dalam Situasi Darurat, PIP Semarang Gelar Alarm Steeling

Direktur PIP Semarang Capt. Dian Wahdiana M.M. membuka kegiatan alarm steeling didampingi Kepala Pusat Pembangunan Karakter Taruna dan Perwira Siswa Abdi Seno, M.Si., M.Mar.E., di Plaza Bintang PIP Semarang, pada dini hari , Jumat (1/4). Direktur PIP Semarang dalam pengarahannya menekankan bahwa kegiatan alarm steeling merupakan program simulasi di atas kapal maupun di dunia kerja terkait kesiapsiagaan dan kesigapan jika terjadi keadaan darurat, sehingga diharapkan taruna dapat mengetahui prosedur yang harus dilakukan.

“Meskipun hanya simulasi, tetap harus dilakukan pendampingan dari para pembina khususnya di titik tikungan atau tangga untuk menjaga keamanan dan keselamatan para taruna,” tegasnya.

Dalam laporannya Kepala Pusbangkartarsis Abdi Seno menyampaikan terkait tujuan dan peserta kegiatan yaitu taruna semester IV angkatan 57 yang berjumlah 410 taruna.

“Berdasarkan program kerja Pusbangkatarsis khususnya untuk taruna semester IV angkatan 57, kegiatan dilaksanakan dengan tujuan melatih kesiagaan dan kesigapan taruna pada situasi darurat, sehingga diharapkan sebagai calon perwira dapat mengetahui prosedur yang harus dilakukan pada kondisi darurat, serta untuk menumbuhkan jiwa dan semangat korsa diantara taruna, serta melatih jiwa sosial antar sesama akan hal-hal berbahaya dan berpotensi akan keselamatan jiwa manusia,” kata Kapus.

Kegiatan diawali dengan simulasi situasi darurat di kapal diakhiri dengan renungan dan motivasi dengan tujuan menambah kekuatan mental para taruna yang akan melakukan praktik laut maupun praktik darat, dipandu oleh Ketua Unit Psikologi, Eka Susanti, S.Psi.