kkn777https://jippm.uho.ac.id/public/site/macau/https://rsp.unri.ac.id/stats/ikanarwana/https://psdkukediri.polinema.ac.id/jte/mthailand/https://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/pages/pulsayuk/akun pro jepangkkn777akun pro kambojaslot deposit pulsahttps://bellezzascontata.com/prediksi hktogel sgphttps://disnakbun.rokanhulukab.go.id/togelsini/macaukece/https://disnakbun.rokanhulukab.go.id/togelsini/macaukece/https://elearningpps.unimed.ac.id/cache/cobahong/slot deposit pulsaslot gacor malam initogel onlineslot777slot thailandhttps://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/lib/pkp/macautogel/

PIP Semarang Kolaborasi dalam Program “Easy Passport” dan “Buku Pelaut Goes to Campus”

PIP Semarang melaksanakan program “Eazy Passport” bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, serta program “Buku Pelaut Goes to Campus” yang bekerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas, dua kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna “Balai Mas Pardi” PIP Semarang, yang berlangsung pada, 28 Maret 2022 sampai dengan 1 April 2022, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kehadiran perwakilan disambut langsung oleh Direktur PIP Semarang Capt. Dian Wahdiana M.M. di ruang kerjanya. Perwakilan dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang Sri Wulansari, S.S selaku Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, menyampaikan tujuan dari program “Eazy Passport” merupakan pelayanan paspor secara kolektif dengan jumlah minimal 50 orang. Di samping itu juga sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19, sekaligus menghadirkan pelayanan keimigrasian yang lebih dekat serta mudah kepada taruna PIP Semarang yang akan melakukan praktik berlayar.

Capt. Tri Joto, S.Sit. M.Mar., perwakilan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas menjelaskan, program “Buku Pelaut Goes to Campus” bertujuan untuk memberikan pelayanan pembuatan buku pelaut secara cepat, mudah, dan akuntabel kepada para taruna di lembaga pendidikan laut serta menyiapkan dokuken pelaut lebih dini agar proses praktik laut (prala) lebih cepat.

“Program ini juga dapat menghilangkan praktik percaloan dalam pembuatan buku pelaut bagi para taruna,” jelas Tri Joto.