https://siapadia.riau.go.id/plugins/pulsa-limaribu/bajak scatterhttps://pmb.uts.ac.id/cbt/public/hitam/https://ftk.parahikma.ac.id/robopragma/https://learning.poltekkesjogja.ac.id/lib/pulsaceban/https://fsi.unjani.ac.id/course/scatter/kakekslotakun pro jepangkkn777https://jitel.polban.ac.id/plugins/maria/https://elijo.umpwr.ac.id/course/classes/superhoki/https://rsp.unri.ac.id/stats/demoterus/https://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/styles/menangya/https://elijo.umpwr.ac.id/course/classes/idnslot/https://pmt.unwir.ac.id/dist/demoslot/https://jippm.uho.ac.id/public/site/scatterr/https://digilib.unila.ac.id/style/auto/kkn777casino onlineturbox500

https://maxplay99.cohttps://dewata138.co/https://kepri168.orghttps://ibcslot.co/https://boss69.nethttps://nugget18.comhttps://bos77slot.cohttps://queen4dwin.comhttps://asiasuperbetgacor.comhttps://indobet8slot.comhttps://mghslotgacor.comhttps://cery88gacor.comhttps://hokigaming777slot.com

Civitas Academica PIP Semarang Ikuti Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 Secara Virtual

Kamis, (28/10) pagi, seluruh civitas academica memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93, kegiatan tersebut diselenggarakan secara virtual via Kanal YouTube Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) Republik Indonesia. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 dihadiri oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo dan Menpora RI Zainudin Amali.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam sambutan Hari sumpah Pemuda ke-93 menyampaikan bahwa pada 93 tahun yang lalu pemuda berikrar untuk Indonesia yang satu, bukan karena keseragaman melainkan keberagaman, bukan karena budaya yang sama melainkan tekad yang sama, suku, bahasa, warna kulit bahkan agama yang berbeda bukan halangan untuk membangun satu Indonesia.

“Indonesia harus kuat bersatu menghadapi dunia yang sedang berubah, zaman telah berganti dari serba analog menjadi serba digital. Kini di era digital pemuda kembali mempunyai peran sentral, pemuda adalah kekuatan terbesar, bonus demografi bagi bangsa Indonesia, pemuda adalah para pemberani untuk mengambil resiko dan merebut peluang-peluang, pemuda menjadi yang terdepan dalam menemukan cara-cara baru yang inovatif, pemuda adalah pemimpin-pemimpin perubahan, pemimpin di era digital. Ayo kita bersatu bangkit dan tumbuh bersama untuk Indonesia maju,” kata Presiden Jokowi.

Ketua panitia Hari Sumpah Pemuda ke-93, Asrorun Niam Sholeh selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora menyampaikan, dalam rangka upaya merevitalisasi semangat kepemudaan di dalam konteks kontemporer hari ini dengan berbagai kompleksitas masalahnya, panitia mendorong komitmen untuk mewujudkan sumpah pemuda reborn, dengan dimulai dari satu bulan yang lalu, 28-9-2021, melalui launching bulan pemuda oleh Menpora. Bulan Oktober sebagai bulan pemuda dengan upaya revitalisasi serta kepeloporan pemuda dalam fungsinya sebagai agen perubahan sosial. Setiap pemuda terlahir unik dengan potensi kepemimpinan, kewirausahaan dan kepeloporannya. Tanggung jawab kita hari ini untuk menumbuh kembangkan, memfasilitasi dan menggerakkannya.

“Hari Sumpah Pemuda ke-93 kali ini mengambil tema bersatu, bangkit dan tumbuh, tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda, yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam sejarah sumpah pemuda, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa, tema bersatu, bangkit, dan tumbuh ini sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi penting karena di tangan pemudalah, kita berharap Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan akibat pademi Covid-19, dan melangkah lebih maju untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” kata Menpora dalam sambutannya.