https://siapadia.riau.go.id/plugins/pulsa-limaribu/bajak scatterhttps://pmb.uts.ac.id/cbt/public/hitam/https://ftk.parahikma.ac.id/robopragma/https://learning.poltekkesjogja.ac.id/lib/pulsaceban/https://fsi.unjani.ac.id/course/scatter/kakekslotakun pro jepangkkn777https://jitel.polban.ac.id/plugins/maria/https://elijo.umpwr.ac.id/course/classes/superhoki/https://rsp.unri.ac.id/stats/demoterus/https://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/styles/menangya/https://elijo.umpwr.ac.id/course/classes/idnslot/https://pmt.unwir.ac.id/dist/demoslot/https://jippm.uho.ac.id/public/site/scatterr/https://digilib.unila.ac.id/style/auto/kkn777casino onlineturbox500

https://maxplay99.cohttps://dewata138.co/https://kepri168.orghttps://ibcslot.co/https://boss69.nethttps://nugget18.comhttps://bos77slot.cohttps://queen4dwin.comhttps://asiasuperbetgacor.comhttps://indobet8slot.comhttps://mghslotgacor.comhttps://cery88gacor.comhttps://hokigaming777slot.com

Civitas Academica PIP Semarang Dapatkan Pengetahuan Untuk Mewaspadai Cuaca Ekstrem di Sektor Transportasi

Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang Dr. Capt. Mashudi Rofik, M.Sc. beserta jajaran manajemen, pegawai dan taruna-taruni mengikuti “Dialog Publik Konektivitas Membangun Bangsa: Waspada Cuaca Ekstrem di Sektor Transportasi” secara daring. Kegiatan yang digagas oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Selasa sore, 2 Februari 2021 ini dapat diakses melalui aplikasi Zoom Meeting dan YouTube.

Bertindak sebagai keynote speaker Menteri Perhubungan Republik Indonesia Ir. Budi Karya Sumadi. Beliau menyampaikan bahwa cuaca sangat menentukan dalam menjalankan kegiatan transportasi. Untuk itu Kementerian Perhubungan membutuhkan dukungan stakeholder terkait, diantaranya adalah: BMKG, BNPB, Operator Transportasi, juga dari masyarakat, termasuk MTI dalam melakukan mitigasi bagaimana perkembangan cuaca, dan bagaimana mereka merekomendasikan perjalanan kapal, udara, maupun darat.

“Saya mengundang semua stakeholder. Termasuk taruna-taruni, yang harus ikut mengamati dan memberikan suatu catatan agar mengerti cuaca sangat menentukan bagi kita untuk menjalankan kegiatan transportasi. Agar kita bisa meningkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengguna transportasi,” kata Menhub.

Narasumber berikutnya Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prof. Dwikorta Karnawati, Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem saat ini yang disebut sebagai fenomena “Madden-Julian oscillation” telah diprediksi oleh BMKG sejak November tahun lalu, dimana curah hujan tinggi puncaknya pada Januari-Februari, dan baru akan berakhir sekitar bulan April.

Terkait dengan penyampaian informasi kepada masyarakat, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, yang seketika terdeteksi dari radar atau satelit. Untuk sektor Perhubungan, bahkan informasi bisa berjalan secara otomatis dari mesin ke mesin, by system, dari BMKG masuk ke menara pengawas transportasi udara, misalnya. “Semua informasi terbuka untuk masyarakat secara realtime. Untuk cuaca ibu bapak dapat mengakses melalui laman: signature.bmkg.go.id/weather. Sedangkan untuk informasi udara bisa dibuka di: http://aviation.bmkg.go.id, sementara untuk informasi laut bisa dibuka di: http://peta-maritim.bmkg.go.id/. Selain itu informasi dapat diakses di media sosial dan tersedia juga aplikasi mobile phone,” kata Kepala BMKG.

Narasumber lain, yaitu Dirut PT. Pelayaran Niaga Indonesia (PELNI) Insan Purwarisya L. Tobing dalam paparannya menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah yang dilaksanakan perusahaannya baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Pertama adalah kesiapan ABK dengan kekuatan dan bisa menjaga stamina dengan baik. Berikutnya adalah kesiapan kapal, baik secara fisik maupun peralatan keselamatan. Serta yang terakhir dalah komunikasi yang baik kepada penumpang terkait kondisi yang ada, sehingga mereka tahu kondisi yang akan mereka hadapi di dalam pelayaran.

“Terkait keselamatan penumpang kami menjalankan edaran DJPL, yaitu jumlah penumpang adalah 50% kapasitas, sangat aman bagi kapal. Sedangkan peralatan keselamatan kapal 125% dari total penumpang saat dull 100%. Kapal PELNI besar bahkan menyiapkan permakanan yang cukup untuk menjamin kebutuhan penumpang, semisal terjadi penundaan waktu pelayaran,” kata Dirut PELNI.

Hadir pula sebagai pembicara dalam kegiatan Dialog Publik daring ini adalah: Plt Direktur Pemetaan dan Evakuasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pakar Tsunami dan Cuaca) Abdul Muhabi/Muhari, Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra serta, Wakil Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (Wasesjen MTI) Deddy Herlambang.