https://siapadia.riau.go.id/plugins/pulsa-limaribu/bajak scatterhttps://pmb.uts.ac.id/cbt/public/hitam/https://ftk.parahikma.ac.id/robopragma/https://learning.poltekkesjogja.ac.id/lib/pulsaceban/https://fsi.unjani.ac.id/course/scatter/kakekslotakun pro jepangkkn777https://jitel.polban.ac.id/plugins/maria/https://elijo.umpwr.ac.id/course/classes/superhoki/https://rsp.unri.ac.id/stats/demoterus/https://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/styles/menangya/https://elijo.umpwr.ac.id/course/classes/idnslot/https://pmt.unwir.ac.id/dist/demoslot/https://jippm.uho.ac.id/public/site/scatterr/https://digilib.unila.ac.id/style/auto/kkn777casino onlineturbox500

https://maxplay99.cohttps://dewata138.co/https://kepri168.orghttps://ibcslot.co/https://boss69.nethttps://nugget18.comhttps://bos77slot.cohttps://queen4dwin.comhttps://asiasuperbetgacor.comhttps://indobet8slot.comhttps://mghslotgacor.comhttps://cery88gacor.comhttps://hokigaming777slot.com

“Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual”, Tema Kuliah Umum Polwan Goes to Campus PIP Semarang

Sinergitas pihak kepolisian dengan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu upaya pencegahan adanya kekerasan seksual. Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang menggelar acara Polwan Goes to Kampus bertempat di Auditorium Balai Mas Pardi Gedung Serba Guna Kampus PIP Semarang, pada Senin (7/8).

Acara dibuka oleh Koordinator/Ketua Tim substansi bidang Administrasi Ketarunaan dan Alumni pada Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan, Dr. Capt. Akhmad Ndori. M.M., M.Mar., mewakili Direktur PIP Semarang. Kegiatan dihadiri narasumber dari Kasubdit 5 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah, AKB Sulistyoningsing, S.E., M.H., Parik Logistik Itbid 2 Itwasda Polda Jateng, AKP Yuni Utami, S.H., M.H., dan Kepala Bidang Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Dra. Sri Dewi Indrajati, M.M. dihadiri dosen perempuan dan taruni Batalyon I dan VIII.

Selain mengenal macam-macam bentuk kekerasan seksual, peserta juga diberikan pemahaman terkait ancaman hukuman bagi pelaku tindak pidana kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. “Kekerasan seksual saat ini banyak dilakukan oleh oknum melalui media elektronik dalam bentuk ancaman distribusi foto atau video pribadi, penyalahgunaan kekuasaan dan melakukan pemerasan untuk mendapatkan keuntungan seksual, serta love scamming,” ucap Sulistyoningsih. Dari pihak UPTD PPA memberikan materi dari sudut pandang undang-undang dan upaya yang dapat dilakukan terkait pencegahan terjadinya kekerasan, eksploitasi, diskriminasi terhadap perempuan serta untuk memenuhi hak perempuan dan anak korban.



Leave a Reply