https://rsp.unri.ac.id/stats/ikanarwana/https://psdkukediri.polinema.ac.id/jte/mthailand/https://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/pages/pulsayuk/akun pro jepangkkn777akun pro kambojaslot deposit pulsahttps://bellezzascontata.com/prediksi hktogel sgphttps://disnakbun.rokanhulukab.go.id/togelsini/macaukece/https://disnakbun.rokanhulukab.go.id/togelsini/macaukece/https://elearningpps.unimed.ac.id/cache/cobahong/slot deposit pulsaslot gacor malam initogel onlineslot777slot thailandhttps://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/lib/pkp/macautogel/

Usung Tema “Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Kekerasan Verbal dan Non Verbal” Pada Kuliah Umum Taruna PIP Semarang

Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang sangat tidak menoleransi adanya tindak kekerasan dalam bentuk apapun. Hal itu merupakan sesuatu yang tidak dibenarkan terjadi dimanapun. Dalam rangka memberikan pemahaman serta internalisasi kepada seluruh taruna, PIP Semarang menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Kekerasan Verbal dan Non Verbal”. Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Balai Mas Pardi Gedung Serba Guna Kampus PIP Semarang, pada Senin (19/6).

Acara dibuka oleh Pembantu Direktur I PIP Semarang, Dr. A. Agus Tjahjono, M.M., M.Mar.E., dan mengundang narasumber Dr. Jawade Hafidz, S.H., M.H., Ketua Program Studi Magister Kenotariatan (MKn) Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA). Dalam materinya Dr. Jawade menyampaikan terkait jenis kekerasan yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari selain kekerasan fisik, ternyata juga ada kekerasan verbal yang juga dapat menyebabkan seseorang mendapat sanksi.

Kekerasan verbal adalah kekerasan terhadap perasaan dengan mengeluarkan kata kasar tanpa menyentuh fisik, kata-kata yang mengancam, menakutkan, menghina, atau membesar-besarkan kesalahan. Hal ini sering kali terjadi karena pelaku tidak dapat mengontrol emosinya dengan baik. Namun apapun alasannya, hal ini tentunya tidak dibenarkan. Hal yang harus dibiasakan oleh taruna agar tidak terjadi hal tersebut, harus menjaga tutur kata dengan baik, memiliki sangka baik, memupuk rasa saling percaya, saling menghormati, dan tenggang rasa.

 



Leave a Reply