SCTW 1978 dan IMO Model Courses Jadi Dasar Penyusunan Buku Ajar Diklat Keterampilan Pelaut PIP Semarang

Bagi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Transportasi Laut, kurikulum merupakan pedoman dalam penyelenggaraannya. Sejalan dengan hal tersebut Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang menyelenggarakan Workshop Penyusunan Buku Ajar Diklat Keterampilan Pelaut Sesuai IMO Model Courses, SCTW 1978 dan amandemennya bertempat di Gedung Utama lantai 3 Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, pada Kamis-Minggu, 15-18 Juni 2023.

Pembantu Direktur I, Dr. A. Agus Tjahjono, M.M., M.Mar.E., mewakili Direktur PIP Semarang membuka kegiatan secara resmi didampingi oleh Manajer Program Diklat Keterampilan Pelaut (DKP) Capt. Dian Kurnianing Sari, S.ST., M.M. Dalam sambutannya Agus menyampaikan pentingnya kualitas buku ajar untuk menunjang pencapaian tujuan pembelajaran. “Adanya tuntutan standar pelaut yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO) serta mengikuti syarat dan ketentuan Standards of Training, Certifitation and Watchkeeping (STCW) 1978 dan amandemennya, menjadi dasar kegiatan ini kita laksanakan. Tugas bapak ibu untuk menyelesaikan penyusunan buku ajar sebagai finalisasi, juga akan didampingi oleh narasumber dan praktisi agar menghasilkan buku ajar yang sesuai standar,” ucap Agus.

Tampak hadir dalam acara pembukaan Capt. Indra Priyatna, praktisi dan akademisi bidang pelayaran sebagai narasumber dan para peserta yang terdiri dari pengajar diklat keterampilan dan panitia. Pada kesempatan ini, Indra memberikan materi tentang acuan pedoman pelaksanaan DKP, memilah topik DKP daring (PJJ) dan luring, posisi DKP dalam STCW Convention dan IMO Model Course 7.03 & 7.04, serta menjelaskan Peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Nomor PK.03/BPSDMP-2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Keterampilan Pelayaran. Narasumber sekanjutnya adalah asesor kompetensi bidang penulisan-penerbitan berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Bambang Trimansyah yang memberikan tinjauan pada sepuluh buku diklat yang telah disusun masing-masing tim untuk mendapatkan koreksi sebagai dasar perbaikan.



Leave a Reply