https://siapadia.riau.go.id/plugins/pulsa-limaribu/bajak scatterhttps://pmb.uts.ac.id/cbt/public/hitam/https://ftk.parahikma.ac.id/robopragma/https://learning.poltekkesjogja.ac.id/lib/pulsaceban/https://fsi.unjani.ac.id/course/scatter/kakekslotakun pro jepangkkn777https://jitel.polban.ac.id/plugins/maria/https://elijo.umpwr.ac.id/course/classes/superhoki/https://rsp.unri.ac.id/stats/demoterus/https://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/styles/menangya/https://elijo.umpwr.ac.id/course/classes/idnslot/https://pmt.unwir.ac.id/dist/demoslot/https://jippm.uho.ac.id/public/site/scatterr/https://digilib.unila.ac.id/style/auto/kkn777casino onlineturbox500

https://maxplay99.cohttps://dewata138.co/https://kepri168.orghttps://ibcslot.co/https://boss69.nethttps://nugget18.comhttps://bos77slot.cohttps://queen4dwin.comhttps://asiasuperbetgacor.comhttps://indobet8slot.comhttps://mghslotgacor.comhttps://cery88gacor.comhttps://hokigaming777slot.com

Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Maritim, PIP Semarang-KSOP Kelas III Lembar, NTB, Selenggarakan DPM

Mataram – Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi kemaritiman yang luas. Sehingga untuk dapat mengelolanya tentu harus didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.

Sejalan dengan hal tersebut, dalam rangka meningkatkan SDM Maritim di lingkungan KSOP Kelas III Lembar, NTB, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang menggandeng Asta Maritim Indonesia (AMI) NTB melaksanakan kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) dengan jenis diklat Basic Safety Training (BST) Kapal Layar Motor dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 mil, pada 1–6 Agustus 2022, bertempat di AMI NTB, dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang yang berasal dari Lombok Barat, Lombok Utara, dan Lombok Timur.

Banyaknya masyarakat nelayan di NTB saat ini, tentu menjadi modal berharga dalam upaya optimalisasi pemanfaatan sumber daya kemaritiman yang tersedia. Sumber daya manusia menjadi perhatian khusus pemerintah Jokowi, seperti disampaikan Capt. Dedy Kurniadi, M.M., selaku Kepala Bidang Pelatihan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut dalam pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Kota Mataram.

“Diklat ini merupakan prioritas nasional yang merupakan program dari Bapak Jokowi. Dalam pidatonya pada saat pelantikan, bahwa dalam lima tahun terakhir ini, diletakkan pada periode pertama dan diperkuat di periode kedua, bahwa pengembangan sumber daya manusia sangat-sangat penting. Karena itu, PIP Semarang dengan KSOP Lembar dan Asta Maritim hadir ditengah Bapak Ibu semua untuk menjawab salah satu tantangan dari presiden kita,” ujar Dedy Kurniadi.

Untuk menjamin sumber daya manusia yang berkompeten dibidangnya, tentunya masyarakat nelayan juga membutuhkan sertifikasi.

“Pemerintah sedang giat mencanangkan sertifikasi untuk memenuhi kebijakan dan penegakan hukum di laut, yang dilakukan pemerintah salah satunya keahlian yang dibuktikan dengan sertifikat,” imbuhnya.

Diklat Pemberdayaan Masyarakat kali ini, para nelayan diberikan pelatihan antara lain, Basic Safety Training (BST) yaitu materi tentang cara mengatasi hal-hal darurat, kecelakaan di laut, kebakaran, dan pertolongan pertama tentang kecelakanan. Sedangkan pada diklat SKK 60 Mil mendapatkan materi mengenai kecakapan dalam navigasi, dokumen kelengkapan kapal, dan juga olah gerak kapal. Hal ini sesuai dengan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan dalam laporan rencana pelaksanaan DPM yang dibacakan oleh Plt. Kepala Bagian Administrasi Akademik PIP Semarang Slamet Riyadi, M.Si., M.Mar., yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan dan keamanan transportasi, khususnya transportasi laut, memberikan sertifikasi nasional dan international kepada masyarakat agar mendapat kesempatan bekerja di dunia transportasi laut, baik nasional maupun international, dan sebagai bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan pada bidang transportasi.