https://jippm.uho.ac.id/public/site/macau/https://rsp.unri.ac.id/stats/ikanarwana/https://psdkukediri.polinema.ac.id/jte/mthailand/https://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/pages/pulsayuk/akun pro jepangkkn777akun pro kambojaslot deposit pulsahttps://bellezzascontata.com/prediksi hktogel sgphttps://disnakbun.rokanhulukab.go.id/togelsini/macaukece/https://disnakbun.rokanhulukab.go.id/togelsini/macaukece/https://elearningpps.unimed.ac.id/cache/cobahong/slot deposit pulsaslot gacor malam initogel onlineslot777slot thailandhttps://ijeeemi.poltekkesdepkes-sby.ac.id/lib/pkp/macautogel/

Jadi Tuan Rumah Talk Show Series #14, PIP Semarang Usung Tema Blended Learning di Sekolah Vokasi

Kegiatan Talk Show Series #14 digelar secara virtual melalui media Zoom Meeting serta kanal YouTube Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang pada Rabu, 6/10/2021. Sebagai tuan rumah acara kali ini, tampak hadir Direktur PIP Semarang Capt. Dian Wahdiana, M.M., mewakili Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) untuk membuka acara sekaligus memberikan sambutan.

Tema acara yang diusung kali ini “Blended Learning di Sekolah Vokasi”. Pada sambutannya Capt. Dian menjelaskan pentingnya penerapan blended learning. “Seperti kita tahu, saat ini mulai terjadi peralihan dari model pembelajaran tatap muka atau bertemu secara langsung berubah menjadi daring (online). Hal itu sangat membutuhkan effort dan biaya yang tidak sedikit. Namun ini bisa dimulai dengan model Blended Learning. Yang pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual,” kata Capt. Dian Wahdiana.

Direktur Pasca Sarjana UNNES Prof. Dr. Agus Nuryatin M.Hum sebagai narasumber pertama menyampaikan lebih dalam mengenai penjelasan penerapan “Blended Learning di Sekolah Vokasi”. Menurutnya, tantangan pembelajaran mendatang yang harus disiapkan oleh lembaga pendidikan adalah sarana prasarana yang dibutuhkan, sedangkan yang harus disiapkan oleh pendidik yaitu melakukan perubahan dan menguasai segala sarana yang ada untuk melakukan pendidikan vokasi jarak jauh.

“Blended Learning untuk Mempermudah Pendidikan” sebagai materi kedua disampaikan oleh CEO Regional Jawa Tengah PT. Pelindo (Persero), I Putu Sukadana. Putu menyampaikan perilaku yang akhirnya harus kita lakukan dari dampak pandemi ini adalah bertahan dan berubah. Adapun dampak pada dunia pendidikan antara lain memicu tranformasi, penggunaan aplikasi belajar online, pelatihan gratis, pendidik dan peserta didik melek teknologi, inovasi dan kreativitas tanpa batas, serta perubahan peran orang tua dalam pendampingan terhadap anak. Dalam kaitannya dengan implementasi pada dunia kerja, Badan Usaha Milik Negara memberikan fasilitas melalui Learning Management System (LMS) yang merupakan suatu perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mengatur, dan mendistribusikan materi pembelajaran pada Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB). Ini merupakan program unggulan Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk menciptakan generasi unggul di masa mendatang melalui kegiatan Leader Talk yang mendatangkan narasumber Top Leader Pelindo III tentang proses bisnis.

Narasumber terakhir yaitu Senior Performance Technical Enginering and Marine HSSE Specialist PT. Pertamina Hulu Mahakam Capt. Nanang Fattah Hasyim, menyampaikan topik “Blended Learning di Sekolah Vokasi dan Mempermudah Pendidikan dalam Merdeka Pendidikan”. Pada kesempatan ini Nanang menyimpulkan fakta yang beredar di masyarakat terkait penerapan Blended Learning.  “Ketidakefektifan pendidikan jarak jauh disebabkan faktor teknis dan non-teknis seperti metode pendidikan, kebiasaan dan budaya belajar, maka kunci dari itu semua adalah kolaborasi tenaga pendidik, orang tua dan komunitas atau masyarakat dalam menciptakan kreatifitas, mendukung pengajaran dan memfasilitasi pembelajaran,” pungkas Capt. Nanang mengakhiri materi.