Bertempat di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta pada tanggal 21 s.d. 23 Oktober 2019 telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) serta Review Naskah Akademik Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.

Kegiatan FGD Ortaker dibuka oleh Kepala PPSDML, Ir. I Nyoman Sukayadnya, M.M. Beliau berpesan bahwa tugas yang diemban PIP Semarang sebagai Perguruan Tinggi Pelayaran Niaga yang berstatus Badan Layanan Umum dengan beban kerja yang besar harus profesional, mandiri dan berwawasan global sehingga perlu menata kembali organisasi dan tata kerjanya.

Dalam sambutannya, Direktur PIP Semarang Dr. Capt. Mashudi Rofik, M.Sc. menyatakan bahwa maksud penataan struktur organisasi PIP Semarang adalah untuk menjawab tantangan perubahan lingkungan. Organisasi PIP Semarang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 43 Tahun 2014 dan sudah 10 tahun lamanya PIP Semarang berstatus satuan kerja badan layanan umum.  PIP Semarang selain merupakan Perguruan Negeri vokasi yang melaksanakan pendidikan Diploma IV sebagaimana diatur dalam amanah Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 juga menyelenggarakan pelatihan transportasi sebagaimana diamanahkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 52 tahun 2012, namun legalitas tugas belum diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 43 tahun 2014 sehingga perlu segera ditata kembali (revisi).

Berbagai dinamika perubahan lingkungan, seperti banyaknya lembaga pendidikan sejenis di bidang pelayaran, tuntutan peningkatan kualitas layanan dari para stakeholder, berakhirnya jangka waktu pemutakhiran sertifikat pelaut sebagaimana ditetapkan dalam STCW Amandemen Manila Tahun 2010 pertanggal 1 Januari 2016, maka PIP Semarang sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan pendidikan vokasi perlu menyesuaikan dengan perubahan tersebut.

Kegiatan pembahasan dimulai pada hari Senin, 21 Oktober 2019 pukul 08.00 WIB dengan narasumber dari Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Biro Kepegawaian dan Organisasi dan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut. Narasumber dari Badan Pengembangan yang hadir adalah Musdalifa Muslimin, S.E., M.M.Tr., Nadia Ashmi Attahira, M.Psi., Psikolog, Endah Sandi Astuty, S.Psi., Tanto Adi Waluyo, S.Si. Hadir pula narasumber dari Biro Kepegawaian dan Organisasi yakni Hary Kriswanto, S.H., DESS, Retno Dewayani S.W, S.H., M.T., Meilina Sungkawaningtyas, S.Psi., M.T., Apriyani. dan juga narasumber dari Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut yaitu Moejiono, M.T., M.Mar.E., Dr. Efendi, S.E., M.Si.

Usulan PIP Semarang mengacu organisasi STAN tapi nomenklatur mengacu organisasi STIP Jakarta dengan mengusulkan perubahan organisasi menjadi 2 (dua) eselon III, 8 (delapan) eselon IV. Dan penyusunan naskah akademik telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 106 tahun 2017. Pada akhir acara FGD ini, tim berhasil mereview RPM usulan organisasi dan tata kerja PIP Semarang dengan dibantu saran dan masukan dari PIP Makassar, yang selanjutnya akan diajukan dalam rapat finalisasi bersama dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur.

Turut hadir tamu undangan dari PIP Makassar yaitu  Capt. Dodik Wibarbowo, M.T. M.Mar., Capt. Hadi Setiawan, M.T., M.Mar, Dr. Ahmad Fauzi, S.S., M.Sc dan Chrisandi Rantegau Lande, S.Si., M.Si.

Leave a Response