Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang bekerja sama dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa menyelenggarakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Basic Safety Training (BST) Kapal Layar Motor (KLM) dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 30 & 60 Mil. Upacara pembukaan dilaksanakan di Harris Hotel & Residences Sunset Road – Bali pada Senin, 28 Oktober 2019.

Dalam Laporan Rencana Pelaksanaan Kegiatan, Kepala Sub Bagian Administrasi Akademik, Capt. I Kadek Laju, SH, MM, M.Mar menyatakan bahwa maksud dan tujuan kegiatan DPM ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan dan keamanan transportasi laut; memberikan sertifikasi nasional dan internasional pada masyarakat agar mendapat kesempatan bekerja di dunia transportasi laut, baik nasional maupun internasional; salah satu bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan pada bidang transportasi; dan bentuk nyata sinergitas antar lembaga diklat di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan.

“DPM ini diikuti oleh 208 peserta yang dibagi dalam 2 (dua) gelombang. Gelombang I sejumlah 112 peserta akan dilaksanakan pada 28-31 Oktober 2019, dan Gelombang II sejumlah 96 peserta dan akan dilaksanakan pada 4-7 November 2019. Kegiatan meliputi teori dan praktek,” lanjut Kasubag AA.

Berikutnya Wakil Direktur III, F. Pambudi Widiatmaka, MT., M.Mar.E. dalam sambutan upacara menyatakan bahwa DPM ini diselenggarakan mengingat terjadinya sejumlah kecelakaan laut dari kapal nelayan. Dari situ ditemukan juga bahwa banyak nelayan yang belum memiliki sertifikat kompetensi dasar.

“Baik dari Pemerintah Indonesia maupun lembaga maritim internasional IMO menggalakkan keselamatan pelayaran. Dengan melaksanakan diklat ini kita ikut menyukseskan program pemerintah dalam Keselamatan pelayaran, transportasi laut, supaya Bapak-bapak sekalian memahami, mengerti, mengantisipasi terjadinya kecelakaan di atas kapal. Apalagi kapal kayu rentan kebakaran,” kata Wadir III.

Kemudian Kepala KSOP Kelas II Benoa: Agustinus Maun, ST., MT. berpesan agar para nelayan mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. “Kami dari KSOP Benoa telah menerbitan 730 pass kecil untuk kapal/perahu di Bali secara gratis. Sedangkan untuk dokumen pengawakan, dengan bekerjasama dengan PIP Semarang sertifikat untuk personil dapat diberikan setelah melaksanakan diklat BST dan SKK, juga gratis. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meminimalisir resiko yang timbul akibat kurang pengetahuan terkait keselamatan dan keamanan pelayaran dan kecelakaan kapal, seperti pernah terjadi di pelabuhan Benoa kebakaran kapal. Ikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” pesan Kepala KSOP kelas II Benoa.

Dengan bertepatannya acara ini dengan Hari Sumpah Pemuda, maka dalam kesempatan ini dibacakan juga Pembacaan Soempah Pemoeda yang diikuti peserta DPM. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Sub Bagian Tata Usaha KSOP Kelas II Benoa: Putu Didik Permana Putra, SE, MMtr; Kasie SHSK: I Gusti Agung Komang Arbawa, SH.; Kasie KBPP: Muhamad Mustajib, SH; dan Kasie LALA: Ihsan Ahda Tanjung, ST,MT.

Leave a Response