Menhub Resmikan Pembukaan Diklat BST Kapal Ikan oleh PIP Semarang di Tegal

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi secara simbolis mengenakan topi dan name tag kepada perwakilan peserta Diklat Basic Safety Training (BST) Khusus Awak Kapal dan Pekerja pada Kapal Layar Motor (KLM) dan Kapal Penangkap Ikan oleh Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang di Tegal. Pembukaan diklat dengan jumlah peserta 100 nelayan dari Tegal dan sekitarnya tersebut dilaksanakan Menhub di Gedung Shangrila pada Rabu, 25 April 2018.
.
“Pelaksanaan diklat ini diselenggarakan Badan Pengembangan SDM Perhubungan melalui PIP Semarang tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis,“ kata Menhub.
.
Penyelenggaraan Program Diklat ini bertujuan agar peserta mampu secara aman melakukan penyelamatan dirinya sendiri di laut, mencegah dan memadamkan kebakaran di KLM atau di kapal penangkap ikan, melakukan P3K, menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja serta tanggung jawab sosial termasuk kewaspadaan dalam mencegah pencemaran lingkungan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang dapat diikuti masyarakat ekonomi kurang mampu secara gratis. Kegiatan ini direncakan akan berlangsung dalam tiga hari, mulai 25 sampai dengan 27 April 2018, bertempat di Gedung Yasintha “SPBU MURI” Jl. Raya Dampyak 134 Kramat, Tegal, Jawa Tengah.
.
“Manfaat dari pelaksanaan diklat adalah peserta memiliki keahlian yang diakui di atas kapal karena sebelumnya belum memiliki pengalaman dan tidak memiliki sertifikat diklat ketrampilan BST,” kata Direktur PIP Semarang, Capt. Marihot Simanjuntak, MM dalam laporan pendidikannya.
.
Pada hari pertama, selain tim pengajar dari PIP Semarang, juga berkesempatan menyampaikan materi kepada peserta diklat adalah Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Junaidi. Menurutnya, sesuai ketentuan setiap orang yang bekerja di atas kapal harus punya identitas atau SID, termasuk nelayan ikan. Kaitannya dengan penyelenggaraan diklat ini adalah setelah lulus kegiatan dan mendapatkan sertifikat BST, para nelayan dapat mengajukan buku pelaut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).Pihaknya mendorong seluruh nelayan untuk memiliki dokumen legal.
.
Dalam kesempatan ini, Menhub juga menyampaikan buku pelaut kepada perwakilan peserta DPM Tahun 2017 yang diselenggarakan di Juwana dengan 300 peserta. Jajaran Kementerian Perhubungan yang turut hadir dalam pembukaan acara diantaranya adalah Kepada Badan Pengembangan SDM Perhubungan, Djoko Sasono; Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, Ir. I Nyoman Sukayadnya, MM. dan jajaran PIP Semarang.

 

Leave a Response