Menu Multilavel
VIDEO


BERITA UTAMA

Taruna Pra Prala PIP Semarang Ikuti Sosialisasi HIV AIDS

Semarang, 26 Mei 2017.

Taruna/i Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang semester IV angkatan 52 yang akan segera mengikuti program Praktek Layar (Prala) dan Praktek Darat (Prada) mendapatkan sosialisasi mengenai HIV dan AIDS dari Komisi Penanggulangan AIDS Kota Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna Mas Pardi, Kampus PIP Semarang, Jum’at, 26 Mei 2017.

Dalam sambutan pembukaan, Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Dr. Capt. H. Wisnu Handoko, M.Sc menyatakan terima kasih atas kesempatan yang diberikan KPA Kota Semarang dalam memberikan informasi dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap HIV AIDS, khususnya untuk taruna/i yang akan berlayar.

“Kita berterima kasih karena berkesempatan sekali lagi dengan KPA Kota Semarang untuk bersama lagi meningkatkan kewaspadaan, awareness akan permasalahan HIV AIDS di sekitar kita, khususnya bagi taruna-taruni angkatan 52 yang sebentar lagi bulan juli ini akan kita lepas untuk melaksanakan prada prala,” kata Direktur PIP Semarang.

Selain, Direktur PIP Semarang, turut memberikan sambutan Sekretaris KPA Kota Semarang, Drs. H. Bambang Soekardjo, MM, serta motivasi dari Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas, Semarang, Capt. Gadjah Rooseno. Kepala KSOP mengajak agar taruna/i PIP Semarang untuk menjadi pelaut tangguh yang senantiasa mencegah hal-hal buruk, seperti peredaran narkoba.

Kegiatan selanjutnya adalah sosialisasi HIV AIDS yang dimulai oleh pemutaran video, kemudian pemaparan materi yang disampaikan oleh Sutini, SKM, Bidang Program dan Monev KPA Kota Semarang. Para taruna/i Pra Prala menyimak dengan sungguh-sungguh dan aktif dalam kegiatan tanya jawab dengan narasumber.

Dalam sosialisasi bertema “Cegah dan Lindungi Diri, Keluarga dan Masyarakat dari HIV dan AIDS” ini, Sutini memaparkan mengenai penemuan kasus HIV yang selalu meningkat setiap tahunnya. Secara kumulatif dari tahun 1995-2017 yang tercatat ada 4.189 kasus, dengan rata-rata dalam sebulan penemuan HIV kurang lebih 45 orang. Yang tidak tercatat bisa lebih banyak lagi. Karena itu Sutini mengingatkan bahwa HIV AIDS dapat dicegah diantaranya dengan tidak berhubungan seks dengan yang bukan pasangan sahnya, setia, serta tidak menggunakan narkoba karena jarum suntik yang biasa dipakai secara bergantian bisa menularkan HIV AIDS. Periodisasi penyakit ini adalah: Periode Jendela (3-6 bulan), HIV positif (5-10 tahun), kemudian AIDS (1-2 tahun) yang biasanya berakhir dengan kematian penderitanya. HIV dan AIDS bisa diobati dengan obat ARV, tetapi tidak menyembuhkan. Obat ini dapat menekan pertumbuhan virus sampai minimal dengan ketentuan harus diminum seumur hidup (2 kali sehari). Biaya obat gratis di Puskesmas dan RS, namun siapa juga yang mau sakit?

Selain mengenai HIV AIDS, Sutini juga menjelaskan tentang berbagai penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) lain yang tak kalah berbahayanya seperti: ghonorhoe, Sifilis, Herpes Genitalis, dan Condylomata acuminata. Menurut Sutini, IMS dapat menular melalui Hubungan Seksual Melalui Mulut, Anus dan Vagina.

Turut hadir pula dalam kegiatan ini, Kepala Subbagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni, Capt. Didi Sumadi beserta jajaran, serta tim KPA Kota Semarang.

-Humas-