Menu Multilavel

erotik filmler astropay cialis hap gergedan boynuzu sex izle brazzers porno


BERITA UTAMA

PIP Semarang Peringati Isra’ Mi’raj 1438 H

Semarang, 03 Mei 2017.

Civitas Akademika Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang melaksanakan peringatan Isra’ Mi’raj 1438 H pada Rabu, 3 Mei 2017 di Gedung Serba Guna Mas Pardi, kampus PIP Semarang.

Kegiatan yang menghadirkan Ustadz Farid Prianggono, S.Si sebagai narasumber ini, mengambil tema “Hijrah adalah Perubahan, Tanpa Perubahan Tidak Ada Peluang Kemajuan".

Dalam tausiyahnya terkait makna hijrah, Ustad Farid mengungkapkan bahwa orang yang gagal adalah orang yang sudah jatuh, dan dia enggan untuk bangkit kembali. Artinya dia tidak mau mengupayakan dirinya untuk bisa sukses.

Menurut Ustad Farid, orang gagal karena beberapa hal berikut. Pertama adalah dia tidak punya tujuan. Orang yang tidak memiliki cita-cita atau tujuan yang jelas tidak akan pernah kemana-mana dan akibatnya tidak mendapatkan apa-apa. Kedua adalah tidak memiliki alasan yang kuat. Semisal orang berpandangan bahwa hidup dan mati adalah karena Allah maka alasan itu menjadi dasar yang kuat untuk selalu beribadah kepada-Nya dengan tujuan untuk mencapai ridlo-Nya. Berikutnya adalah tidak tahu cara mencapai keinginannya, dan yang terakhir adalah tidak memperhatikan langkahnya. Orang harus tahu tahapan posisi dimana dia berada sekarang dalam proses mencapai tujuannya, sehingga dia paham apa yang akan dilakukan selanjutnya.

“Hadirin yang berbahagia, ada 3 level manusia: 1. Ingin sukses, 2. Berharap sukses dan 3. Take action menuju sukses. Kalau masih sekedar konsep dan keinginan, tidak ada artinya dibanding yang langsung berbuat, melakukan suatu tindakan. Jangan takut gagal,” kata Ustad Farid.

Sebelumnya dalam sambutan pembukaan acara, Direktur PIP Semarang, Dr. Capt. H. Wisnu Handoko M.Sc menyatakan bahwa dalam sejarah peristiwa Isra’ Mi’raj, diketahui bahwa Rasulullah SAW mengalami yang namanya tahun kesedihan dimana paman beliau Abu Thalib dan istri beliau Khadijah ra. wafat. Hal ini berpengaruh dalam berdakwah mengalami berbagai tantangan. Peristiwa Isra’ Mi’raj dan perintah sholat merupakan suatu hiburan agar beliau berhijrah dari rasa sedih.

“Ingin kita gali dari peristiwa Isra’ Mi’raj mengenai makna agar tidak terjebak kondisi statis, perlunya move on. Memang tidak mudah untuk berubah, yang tadinya kita sholat sendiri harus berjamaah. Itu suatu perubahan,” kata Direktur PIP Semarang.

Dalam kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj 1438 H ini hadir seluruh civitas akademika PIP Semarang, yaitu taruna/i, perwira siswa, dosen, instruktur, pejabat fungsional, pejabat struktural, serta dharma wanita persatuan PIP Semarang.

-Humas-